Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Tentang Abangku

Senin lalu, seluruh jama’ah di masjid menjadi saksi sebuah perjuangan. Seorang laki-laki berjalan menuju masjid dengan tubuh yang kaku. Langkahnya tidak mudah. Dalam perjalanan ia tersungkur. Terluka. Namun ia bangkit lagi, lalu melanjutkan langkahnya sampai akhirnya tiba di masjid. Perjalanan yang bagi kebanyakan orang hanya beberapa menit, baginya adalah perjuangan jatuh bangun. Ya, benar-benar terjatuh dan bangun lagi. Laki-laki itu adalah Abangku. Hampir dua belas tahun terakhir ia hidup dengan keterbatasan gerak. Tubuhnya kaku. Langkahnya tidak lagi leluasa seperti kebanyakan orang. Tapi sampai hari ini pun kami tidak pernah benar-benar tahu apa nama sakitnya. Gejalanya menyerupai dystonia, kekakuan otot yang membuat tubuhnya kesulitan bergerak. Namun setelah pengobatan bertahun-tahun yang tidak menunjukkan perkembangan, bagi kami, ia bukan lagi sedang “sakit”. Ia hanya menghadapi kehidupan baru dengan kondisi disabilitas. Bukan lagi untuk disembuhkan, tapi untuk diterima dan bera...