Menulis Surat Cinta untuk Diriku #JurnalBunsay

Bismillahirrahmaanirrahiim... 

Tantangan hari ini adalah menulis surat cinta dari diri sendiri saat ini, untuk diri sendiri saat ini, lalu membacakannya di depan cermin. Masya Allah... 🥲

Sejujurnya, aku butuh waktu cukup lama untuk memulai menuliskannya. Bingung harus dimulai darimana? Harus mulai dengan apa? Tapi masya Allah, dalam waktu 3 jam, dalam 3 halaman A5, akhirnya menjadi refleksi besar untuk diriku. 

Ada rasa bahagia, haru, sedih, pasrah, ditutup dengan rasa syukur dan rasa kuat yang baru. Allahu akbar... Bertepatan dengan momen Idul Adha, Allah seakan menuntunku perlahan untuk memahami segalanya dari sudut pandang yang baru. Maka, dengan izin-Mu ya Allah, insya Allah hari ini aku melepaskan Ismail-ku; segala ambisiku yang mengaburkan pandanganku dari apa yang seharusnya menjadi fokusku. 

Allahu akbar... 
Aku bukan manusia yang kuat, bukan manusia hebat. Hanya makhluk tak berdaya yang membutuhkan pertolongan-Nya. 

Laa haula wa laa quwwata illa billaah... 

#JurnalBunsay #Bunsay9 #InstitutIbuProfesional #Zona1 #SelfAwareness #TantanganHarike13


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Vibrasi dan Prasangka Baik: Menjernihkan Konsep Energi dalam Pandangan Islam

Catatan Perjalanan Akar Ibu 2025 (Pos 1 - Pos 4)

Rasa yang Menghidupkan Sujud